Mobil Terbakar di Depan SPBU Lombe, Warga Sekitar Panik

Mobil Terbakar di Depan SPBU Lombe, Warga Sekitar Panik

BUTON TENGAH - Satu unit mobil angkutan umum merk Suzuki Carry Futura 1,6 dengan nomor Polisi DT 1342 UC rute Lombe-Wamengkoli hangus terbakar di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Lombe di Kelurahan Watulea, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), pada Selasa (8/9/2020). Hal tersebut sempat membuat warga di sekitar lokasi kejadian panik.

"Tadi kita semua kaget, karena tiba-tiba ada mobil yang terbakar di depan pertamina pompa bensin, baru di bagian depannya banyak penjual bensin pengecer, tadi yang kita takutkan jangan sampai apinya merembet, maka kios-kios di depan ini bisa hangus semua, tapi untung tidak kencang angin," ungkap salah satu warga yang enggan membeberkan indentitasnya.

Warga lainnya yang bermukim di belakang tembok pembatas SPBU pun mengaku kaget dan panik saat melihat kepulan asap hitam yang membumbung tinggi di udara. Mereka pun akhirnya sibuk mengamankan benda-benda berharga.

"Tadi saya masih baring-baring, tapi saya kaget ada yang teriak api...api...api..., saya langsung kasih turun sekring listrik, kita semua mulai kasih keluar barang-barang penting, karena kita lihat tetangga juga sudah kasih keluar barang-barangnya," ujar Alimin kepada awak media.

Dihimpun dari beberapa sumber, kebakaran tersebut terjadi usai dilakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium sebanyak 15 jerigen berkapasitas 20 liter, sekitar kurang lebih pukul 08.30 WITA, Selasa (8/9/2020).

Dari keterangan sopir sekaligus pemilik mobil Ruslin (43), awalnya ia melihat api tiba-tiba muncul di lantai mobil yang telah dipenuhi 15 jerigen berisi BBM.

"Tadi pertama saya lihat di kaca spion api dia muncul dari lantainya mobil yang ada jerigen bensinnya, untung saya sudah selesai isi bahan bakar, saya langsung kasih keluar mobil, sampai di luar pagarnya SPBU itu apinya langsung membesar sehingga cepat-cepat saya keluar dari mobil," kata Ruslin saat dikonfirmasi oleh media ini.

Meskipun tidak mengalami luka bakar sedikitpun atas kejadian itu, pria asal Kecamatan Lakudo ini mengaku mengalami kerugian materi hingga puluhan juta rupiah. Mobil tersebut ia beli bekas dengan harga Rp. 42 juta pada enam tahun lalu.

Kapolsek Gu Iptu Yutaman Pontengi kepada media ini mengatakan, pasca mendapat laporan dari warga, ia dan Wakapolsek Gu Iptu Samsuddin langsung memimpin anggotanya bergegas ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Ia bersama anggotanya juga langsung melakukan tindakan pengamanan di TKP, melalui imbauan kepada warga yang tidak membantu pemadaman api agar tidak terlalu mendekat.

"Saat tiba di TKP, saya langsung menghubungi Kasat Pol-PP dan Pemadam Kebakaran yaitu pak Jamuri, untuk segera mendatangkan mobil pemadam, selang waktu beberapa saat kemudian mobil pemadam kebakaran tiba di TKP dan alhasil api yang berkobar berhasil dipadamkan. Selanjutnya, bangkai mobil kita akan amankan di Mapolsek Gu," kata Iptu Yutaman.

Saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol-PP) Kabupaten Buton Tengah Jamuri, SE., M.Pd membenarkan hal tersebut. Ia langsung memerintahkan Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran Safrulan untuk melakukan pemadaman di lokasi kejadian.

"Tadi setelah pak Kapolsek menelpon bahwa ada kebakaran, maka saya langsung telpon Kabid Pemadam Kebakaran pak Safrulan, karena sekarang saya masih dikarantina, tadi setelah mereka sudah berada di TKP Kabidnya dia telpon juga saya," pungkasnya. (Anto Buteng)