Ketua PPK Siap Gugat Satgas Covid Baubau

Ketua PPK Siap Gugat Satgas Covid Baubau

BAUBAU - Kisruh yang terjadi antara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Baubau dengan keluarga pasien berinisial AP sepertinya belum menemukan titik terang. Bahkan, Ketua Posko Pengaduan Covid-19 (PPK) Baubau menyatakan bahwa ia siap menggugat Satgas Covid-19 Baubau. Pasalnya, keluarga AP merasa dibohongi oleh pihak Satgas Covid-19 yang menjanjikan akan mempertemukan kedua belah pihak, yaitu pihak RSUD Palagimata dengan keluarga AP. 

Pihak AP merasa di rugikan akibat pelayanan yang diberikan dinilai tidak sesuai SOP standar pelayanan kesehatan. Hal itu diungkapkan oleh Bayital, SH sebagai perwakilan keluarga AP, saat dikonfirmasi pada Rabu, (19/82020).

Ketua PPK Bayital, SH menyayangkan sikap perwakilan tim gugus tugas ketika meminta penjelasan, bagaimana bisa status jenis kelamin yang dialami saudari AP yang harusnya adalah perempuan berganti laki-laki.

Bayital justru mendapat penjelasan diluar pokok persoalan dimana ia diiming-imingi bakal diberikan proyek, sehingga hal ini dinilainya sebagai sesuatu yang membingungkan.

Kemudian, ia juga sagat menyesalkan sikap perwakilan tim gugus yang sampai hari ini belum juga mempertemukannya kepada perawat yang terindikasi melakukan intimiadasi terhadap saudari AP.

Disamping itu juga Bayital menyampaikan tidak akan berhenti sampai disini, bila persoalan tersebut tidak ada kejelasan, ia tidak akan segan-segan untuk membawa persoalan tersebut ke meja hijau (Pengadilan).

"Saya akan bawa di meja hijau, karena sudah cukup waktu yang di berikan, kami juga sudah cukup bersabar," ujar Bayital dalam keterangan persnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Sekretaris II Satgas Covid-19 Laode Muslimin Hibali, SE., M.Si saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa pihaknya telah berusaha mendengarkan aspirasi yang dilayangkan oleh pihak keluarga pasien.

"Untuk tuntutan keluarga AP, saya sudah berusaha untuk mempertemukan pihak rumah sakit palagimata untuk diadakan hearing. Hanya persoalannya ketika sudah ditentukan hari untuk pertemuannya, tenaga kesehatan (Nakes) tiba-tiba ada tugas yang diberikan, makanya tidak sempat bertemu pihak AP," ujarnya.