35 Wasit Kantongi Lisensi C-2 Usai Kursus di Buteng, Berikut Daftar Namanya

35 Wasit Kantongi Lisensi C-2 Usai Kursus di Buteng, Berikut Daftar Namanya

BUTON TENGAH - Sebanyak 35 wasit sepak bola dari beberapa kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini telah mengantongi sertifikat berlisensi C-2, usai mengikuti Kursus Wasit Lisensi C-2 yang diselenggarakan di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) sejak tanggal 15 sampai dengan 18 Oktober 2020.

Para peserta kursus dibina langsung oleh instruktur senior yang telah berpengalaman, Abdul Hamid, S.Sos (Wasit senior pemegang Lisensi C-1 Nasional, Lisensi Instruktur Perwasitan, serta Lisensi Penilai Wasit Nasional). 

Selain itu, para peserta juga mendapat bimbingan langsung dari Abdul Razak (Wasit senior pemegang Lisensi C-1 Nasional).

Penyelenggaraan Kursus Wasit Lisensi C-2 tersebut dikoordinir oleh Eksekutif Komite (Eksko) Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Sulawesi Tenggara, Jasman Harun, S.Pd yang sekaligus sebagai panitia pelaksana kegiatan.

Untuk menyukseskan pelaksanaan kegiatan, Jasman Harun terlebih dahulu bermohon melalui Asprov PSSI Sultra agar Kursus Wasit Lisensi C-2 kali ini diadakan di Kabupaten Buton Tengah.

Menurutnya, penyebab kericuhan atau ketidaksuksesan sebuah pertandingan sepak bola terkadang juga disebabkan oleh performa wasit yang kurang profesional dalam memimpin. Hal ini pula yang memacu mantan pemain PSSI Sultra ini untuk proaktif menyelenggarakan kursus perwasitan berlisensi C-2 di Buton Tengah.

"Jadi, saya adakan kegiatan ini karena sama dengan pelatih, wasit juga harus ada penyegaran, atau penyegaran kembali tentang aturan-aturan yang selalu digunakan dalam memimpin sebuah pertandingan," ucapnya kepada media ini, Minggu (18/10/2020).

Sementara itu instruktur senior, Abdul Hamid, S.Sos menuturkan, penyajian materi kepada para peserta kursus perwasitan meliputi Law of The Game (Peraturan permainan), serta peraturan pertandingan yang merupakan satu kesatuan pada pertandingan sepak bola. 

"Peraturan pertandingan itu harus dimiliki dan dikuasai oleh seorang wasit sebagai pengadil di lapangan, sehingga di dalam mengambil keputusan, dia berdasarkan peraturan atau Law of The Game," tuturnya.

Pria asal Desa Wadiabero ini juga berharap, kedepannya Kabupaten Buton Tengah bisa menjadi kiblat olahraga sepak bola di Provinsi Sulawesi Tenggara. Pernyataan tersebut ia lontarkan setelah melihat berbagai potensi di bidang sepak bola yang dimiliki oleh Kabupaten Buton Tengah cukup memadai.

"Harapan itu saya ucapkan karena instruktur pelatih sepak bola ada di Buton Tengah, pengurus PSSI Provinsi Sulawesi Tenggara ada di Buton Tengah, instruktur PSSI Provinsi Sultra ada juga di Buton Tengah. Saya kira sudah sewajarnya bila Pemerintah Kabupaten Buton Tengah perlu memberdayakan potensi ini, karena sangat penting untuk mendukung sinergitas pemerintah daerah di bidang olahraga, khususnya sepak bola," harapnya.

Instruktur lainnya, Abdul Razak kepada media ini mengungkapkan bahwa pemberian materi teori dan praktek lebih ia tekankan pada penguasaan 17 pasal tentang perwasitan dengan merujuk pada peraturan yang dikeluarkan oleh FIFA, dan berlaku bagi insan sepak bola di seluruh dunia.

"Wasit yang berlisensi C-2 itu bukan lagi calon wasit, tetapi sudah merupakan wasit profesional yang bisa bertugas di pertandingan tingkat provinsi seperti pada ajang Popda, Porda, Porprov maupun turnamen-turnamen resmi lainnya di tingkat provinsi," ungkapnya.

Ia juga memaparkan, asisten atau hakim garis dalam melaksanakan tugasnya harus mempunyai singkronisasi antara signal pergerakan bendera dan signal pergerakan tangan wasit. Hal ini untuk menghindari perbedaan atau diskomunikasi antara wasit dan asisten wasit.

"Bila seandainya terjadi diskomunikasi lapangan sehingga ada perbedaan cara memberikan signal-signal pelanggaran, maka yang paling berwenang sesungguhnya atau yang paling harus diikuti adalah wasit tengah atau wasit utama. Disinilah dituntut asisten harus mengerti signal-signal yang diberikan oleh wasit tengah," paparnya.

"Terus terang saja kami masih kekurangan wasit-wasit berlisensi C-1 nasional, dan itu bisa ditugaskan di kompetisi resmi yang dilaksanakan oleh PSSI untuk memimpin pertandingan skala besar seperti Liga Tiga, Liga Dua dan Liga Satu Indonesia," sambungnya.

Berikut nama-nama alumni peserta Kursus Wasit Lisensi C-2 yang diadakan di Kabupaten Buton Tengah tahun 2020:

1. Muhamad Zubair - Buteng
2. Ahmad - Buteng
3. Muhammad Ihkwan - Buteng
4. Safirudin - Buteng
5. Fasimin - Buteng
6. Burhanudin - Buteng
7. Sarifin - Buteng
8. Imran - Buteng
9. Daslin - Buteng
10.Hamran Yaur - Buteng
11. Badarudin - Buteng
12. Saoman - Baubau
13. Arman - Baubau
14. Imran Burhan - Baubau
15. Alimin - Muna
16. Ali Jamin - Muna
17. La Ode Ilham - Muna
18. Aman Askun - Muna
19. Syahrin - Muna
20. Ridwan - Mubar
21. Bahtiar - Mubar
22. Kasmin - Mubar
23. Ramlin - Mubar
24. Irfan - Busel
25. Mashyud - Busel
26. Safar - Busel
27. Marwan - Buton
28. Syafrin - Buton
29. Ardhian - Buton
30. Farlin - Buton
31. Ahmad Mirdiansyah - Konsel
32. Supriadin - konsel
33. Fredy - Konawe
34. Pebrianto - UHO
35. Muhammad Al Muzammil - UHO

(Anto)